Strategi Komunikasi Kerohanian Islam (Rohis) Dalam Meningkatkan Rekruitmen Di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kendari

Mansur Mansur

Abstract


Lembaga kerohanian Islam merupakan salah satu lembaga peminatan siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas termasuk di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kendari. Sebagaimana lembaga kesiswaan lainnya, lembaga Rohis juga memiliki banyak kegiatan untuk penunjang eksistensinya. Kegiatan-kegiatan itu dilakukan untuk mewujudkan visi dan misinya. Bentuk kegiatan lembaga Rohis di sekolah ini berupa forum kajian Islam rutin, pengajaran terkait isu-isu Islam aktual dan dakwah dalam bentuk majalah dll. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan berkala untuk menarik minat siswa yang lain untuk bergabung. Untuk menarik minat siswa, diperlukan kajian terkait strategi komunikasi lembaga rohis di sekolah ini dalam meningkatkan rekruitmen. Untuk mengetahui dan menggali informasi mengenai strategi komunikasi ini, dilakukan observasi dan wawancara kepada struktur lembaga rohis dan para siswa. Strategi komunikasi yang digunakan oleh Kerohanian Islam di Sekolah ini adalah dengan cara mengumpulkan para siswa baru dalam rangka sosialisasi program dan visi misi kerohanian Islam. Dari sinilah rekruitmen baru itu diperoleh sehingga secara suka rela para anggota baru ini mengikuti program pembinaan untuk merealisasikan misi dan tujuan yang hendak dicapainya.

 

Kata-kata kunci : Strategi komunikasi, rekruitmen, Rohis.


Full Text:

PDF

References


Alawiyah, Syarifah. (2009). Agama dan Interaksi Sosial: Studi Kasus Relasi Aktivis Rohis dengan Pemeluk Agama Lain di SMAN 79 Jakarta Selatan.

Enjang AS, (2009), Komunikasi Konseling, Bandung Nuansa.

Hidayat, Muslih. Strategi Pendidikan Islam Kaffah dalam Kegiatan Kerohanian Islam dan Halaqah Tarbawiyah serta Implikasinya Terhadap Sikap Keberagamaan Siswa di SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta.

Iswanto, Agus. (2015). Literatur Keagamaan Aktivis Rohani Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA) Studi Kasus di Kota Serang Propinsi Banten”. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan 13.3.

Nur, Mahmudah. (2015). Resepsi Aktivis Rohani Islam (ROHIS) Terhadap Bahan Bacaan Keagamaan di SMAN 48 Jakarta Timur dan SMA Labschool Jakarta Timur. Artikel pada Artikel pada Jurnal Analisa: Jurnal Pengkajian Masalah Sosial keagamaan22.01.

Nuruddin, (2011), Pegantar Komunikasi Massa, Jakarta : RajaGrafindo Persada.

Nuryani, Ani and Kama Abdul Hakam. (2013). Kajian Pembinaan Akhlak Mulia Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Di Sekolah (Studi Di SMA Negeri 1 Lembang Kab. Bandung Barat). integritas 422.

Onong Uchjana Effendy, (1984), Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Priyatna, S., & Ardianto, E. (2009). Tujuh Pilar Strategi Komunikasi Bisnis. Jakarta: Widya Padjajaran.

Ridwansyah, M. Pembinaan Sikap Keberagamaan Siswa Melalui Program Mentoring Ekstrakulikuler Rohani Islam (ROHIS) di SMA Negeri Unggulan 57 Jakarta.

Rogers, Everett M., D. Lawrence Kincaid. (1981). Communication Networks: Toward a New Paradigm for Research. New York: The Free Press.

Shodiq, Sadam Fajar. (2014). Ideologi Pendidikan Islam pada Rohis di SMA N 2 Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.