MANAJEMEN DAKWAH RASUL SAW DI MEKKAH

Hasan Basri

Abstract


Abstrak: Dalam Sirah Nabi saw diketahui bahwa tahapan
demi tahapan yang ditempuh oleh Nabi saw dalam
dakwahnya merupakan metode (thariqah) dakwah yang
sangat jelas dalam rangka menegakkan Islam. Metode
itulah yang harus ditempuh sebagai kewajiban dari Allah
swt (QS. al-Hasyr [59]: 7). Awal dakwahnya dimulai
dengan menyeru manusia secara individu untuk menerima
Islam dan turut berdakwah, setelah itu mereka dihimpun
untuk sama-sama melakukan dakwah berkelompok yang
terorganisasi dengan baik. Kutlah ini dibentuk, dipimpin,
dan dibina langsung oleh Nabi dalam menapaki langkah
demi langkah perjalanan dakwah. Kelompok dakwah
(kutlah dakwah) yang solid ini kemudian terjun ke
masyarakat menyampaikan Islam secara terbuka yang
diawali dengan penampakan kutlah, melakukan pergulatan
pemikiran. Membongkar kerusakan setiap aqidah dan
system-sistem jahiliyah dan menunjukkan keagungan
Islam sebagai tatanan hidup yang haq. Hal inilah yang
membuat Quraisy memusuhi Nabi saw dan dakwahnya.
Ketika permusuhan semakin memuncak, Nabi saw
melakukan perjuangan politik untuk mendapatkan
dukungan riil dari pemegang kekuatan di tengah umat.
Kelompok dakwah inilah yang kemudian berhasil
membentuk masyarakat Islam yang unik di Madinah.
Kata Kunci: dakwah individu, dakwah jamaah,
pertarungan pemikiran, perjuangan politik.

Full Text:

Untitled


DOI: http://dx.doi.org/10.31332/am.v7i2.277

Refbacks

  • There are currently no refbacks.