MANAJEMEN DAKWAH NABI SAW DI MADINAH

HASAN BASRI

Abstract


Keberhasilan dakwah amat ditentukan oleh kepemimpinan (qiyadah) dakwah. Rasulullah saw. sebagai pemimpin dan manajer dakwah telah meletakkan visi dakwah sesuai ketentuan wahyu yakni menyeru kepada Islam dan membangun kehidupan Islam. Rasul saw. telah sukses mengantarkan Islam menjadi sebuah peradaban yang memimpin dunia dan bertahan belasan abad, menguasai dan menebarkan kebaikan kepada kaum muslimin dan non muslim. Awal peradaban Islam bermula setelah berdirinya kekuasaan Islam di Madinah. Strategi dakwah yang sangat menonjol di Madinah adalah dari segi respon terhadap objek dakwah, dimana aktivitas dakwah dilakukan melalui penerapan Islam secara praktis dalam negeri dan luar negeri.

Dalam negeri, Islam dijadikan sebagai satu-satunya sstem hidup yang mengatur seluruh warga Negara. Selain perkara aqidah, ibadah, makanan (math’umat), pakaian (malbusat) dan pernikahan (munakahat) yang dilaksanakan menurut agama masing-masing, aturan-aturan yang berlaku adalah syariat Islam yang meliputi system sosial dan budaya, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, keamanan dan militer, serta sanksi (uqubat). Begitu juga terkait dengan hubungan luar negeri, politik dakwah dan jihad menjadi inti hubungan dengan Negara lain.

 

Kata Kunci: strategi dakwah, hijrah.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31332/am.v8i2.743

Refbacks

  • There are currently no refbacks.