BAYT AL-MUQADDAS: PERSPEKTIF SEJARAH DAN SIYASAH

MUH. IKHSAN

Abstract


Jerusalem  atau Yerushaláyim (Yahudi-Hebrew) , dikenal juga sebagai al-Quds atau Baitul Maqdis (Arab-al-Sharif],  adalah The Holy Sanctuary yang merupakan kota tua penuh dengan cerita sejarah kontroversi dari sejak zaman purba hingga kini yang melibatkan 3 agama samawi besar di dunia yaitu: Yahudi, Nasrani dan Islam. Kontroversi ini berpusat pada satu titik di dalam kota Jerusalem yaitu: Kubah As Sakra atau Dome of Rock di dalam kawasan Masjidil Aqsa, yang mana di dalamnya terdapat batu besar.Dalam membicarakan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tentu tak terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya. Dalam keyakinan umat Islam, di Masjidil Aqsa inilah Rasulullah SAW melakukan Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Menurut agama Nasrani, Jacob (Nabi Yakub) pernah tidur di batu besar, yang kini berada dalam Dome of Rock tersebut, dan bermimpi melihat tangga menuju langit. Agama Nasrani pun meyakini bahwa di batu itulah tempat Abraham (Nabi Ibrahim) mengurbankan anaknya yaitu Ishak—berbeda dengan yang kita yakini anak yang diqurbankan adalah Ismail dan tempatnya di Makah. Sementara menurut orang-orang Yahudi meyakini bahwa Luh-luh Nabi Musa—kitab Taurat yang asli—yang  dulu pernah hilang, berada tepat di bawah Dome of Rock. Bahkan, orang-orang Yahudi meyakini bahwa Jerusalem adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka yang dinyatakan melalui Nabi Musa, sehingga mereka meyakini bahwa mereka punya hak penuh atas tanah Jerusalem tersebut. Sementara bangsa Arab Palestina meyakini bahwa mereka adalah penduduk asli dari tanah ini sebelum Bani Israil (orang Yahudi) datang ke tanah ini. Hal inilah yang menjadikan pergolakan antara bangsa Arab Palestina dan bangsa Yahudi Israel hingga sekarang.

 

Kata kunci: bayt al-maqdis, yahudi, islam, kota suci.

 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31332/am.v10i2.811

Refbacks

  • There are currently no refbacks.