Jurnalisme Media Baru dan Delusi Pembebasan

Muhammad Aswan Zanynu

Abstract


Artikel ini berangkat dari premis tentang teknologi internet yang memungkinkan jurnalisme daring (online) di media baru mengembangkan diri dan memberi pencerahan yang lebih baik dari yang dapat dilakukan oleh media konvensional (media lama). Dengan asetnya berupa pranala atau hipertaut (hypertext), kemampuan interaktif, dan format pesan multimedia, jurnalisme daring dipercaya mampu untuk mengemban fungsi tersebut. Asumsi yang berakar dari perspektif determinisme teknologi ini didukung oleh begitu banyak keunggulan teknis yang dimiliki media baru. Ungkapan yang terkenal dari Marshall McLuhan “we shape our tools, and thereafter our tools shape us” seolah telah menjadi sebuah postulat. Penerapan teknologi dilihat sebagai sesuatu yang tak dapat dinegosiasikan. Ilmuwan seperti Lelia Green bahkan mengakui, sedikit intelektual yang mendebat asumsi ini. Studi makro yang dilakukan oleh Steensen (2011) dan sebuah riset mikro yang dilakukan oleh Zanynu (2017) mengoreksi premis tersebut. Piranti yang menjadi keunggulan media baru belum sepenuhnya secara optimal digunakan dalam praktik jurnalisme daring. Sejumlah penelitian yang dipetakan oleh Steensen menunjukkan bahwa pranala jenis relatif (relative links) yang lebih sering digunakan. Sementara dua jenis pranala lainnya (target dan eksternal), jarang dan nyaris tidak pernah dipakai. Studi tentang interaksi yang ditawarkan oleh media daring yang lebih menunjukkan optimalisasi, khususnya yang terkait dengan interaksi antarmanusia. Adapun piranti multimedia adalah aset jurnalisme daring yang paling sedikit dikembangkan. Penelitian yang dilakukan Zanynu juga mengindikasikan tidak optimalnya situs berita dalam menyajikan ragam konten memori tentang Soeharto dalam peringatan sewindu wafatnya. Padahal praktik jurnalisme komputasi di media baru setidaknya dapat memproses makna dengan cara yang relatif kontekstual. Andai optimalisasi ini berjalan, informasi yang relevan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan publik atas sejumlah isu.

 

Kata kunci: Teknologi, Internet, Jurnalisme,Media Baru


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.