AL MUNZIR, JURNAL, ILMU-ILMU, KOMUNIKASI, BIMBINGAN, ISLAM, JURNAL ILMU-ILMU KOMUNIKASI DAN BIMBINGAN ISLAM

No 2 (2017)

VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017

Al-Munzir Volume 10 No. 2 November 2017 terdiri dari sembilan artikel. Artikel-artikel tersebut ditulis oleh para dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, dosen Univeritas Muslim Indonesia Makassar, dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajamadah Yogyakarta. Artikel-artikel dalam Jurnal Al-Munzir ini adalah edisi kedua di tahun 2017.

Artikel-artikel dalam jurnal ini dikumpulkan dari para penulis lalu diolah dan diedit oleh penyunting/editor untuk disesuaikan dengan ketetuan dan gaya tulisan yang dipersyaratkan oleh Jurnal Al-Munir.

Artikel pertama ditulis oleh Aminudin yang mengangkat tema Dakwah dan Penguatan Keluarga”. Dakwah bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang di ridhoi Allah SWT. termasuk kehidupan dalam keluarga. Salah satu upaya dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. diantaranya adalah melakukan pembinaan atau penguatan dalam sebuah keluarga khususnya dalam hal pembinaan agama yang baik. Dalam hal ini peran kepala keluarga sangat dibutuhkan untuk senantiasa memberikan pembinaan dan penguatan agama dalam keluarganya.

Artikel kedua ditulis oleh Amri dengan fokus kajian “Kemampuan Membaca Al-Quran Mahasiswa Program Studi Ilmu Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Kendari”. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kendari yang memiliki kemampuan mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an secara benar berdasarkan dengan kaedah ilmu tajwid, akan tetapi, walaupun mereka dapat mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an secara benar sesuai dengan kaedah ilmu tajwid yang disebutkan di atas, namun mereka  tidak dapat menjelaskan tentang makhraj masing-masing huruf hijāiyyah baik yang ada padanannya dengan huruf bahasa Indonesia maupun yang tidak ada padanannya dengan huruf bahasa Indonesia.

     Artikel ketiga ditulis oleh Fatma Dian Pratiwi dengan tema “Praktek Negosiasi Identitas Kultural Para Pelaku Pernikahan Antarbangsa”. Fokus dari penelitian yang dilakukan oleh penulis ini adalah menggambarkan bagaimana pasangan dari berbagai bangsa dan budaya membentuk identitas dalam pernikahan mereka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pasangan dengan budaya dan bangsa yang berbeda, Jawa dan Jepang, membentuk identitas pernikahan mereka sebagai identitas Jawa-Jepang.

Artikel keempat ditulis oleh Hadawiah. Artikel ini berbicara mengenai “Pola Komunikasi Pasangan Suami Istri Beda Budaya di Makassar”. Dalam tulisan tergambar jelas bagaimana komunikasi antarbudaya dalam memaknai simbol-simbol budaya dari pasangan suami istri yang berbeda budaya di Makassar, Terdapat bermacam-macam variasi untuk menguraikan sebuah bentuk perkawinan campuran yang dialami oleh sebuah keluarga dan pasangan kawin campur, antara lain yang dapat ditemukan dalam penelitian ini adalah  konsensus, kesamaan dan kesalahpahaman, penyesuaian, serta kontradiksi.  

Artikel kelima ditulis oleh Juliana yang mengangkat tema “Perspektif Industri Budaya dalam Film Religi (Kajian Terhadap Film Religi Indonesia Pasca Tahun 2008)”. Tulisan ini mengkaji tentang film religi pasca tahun 2008 sampai tahun 2016 yang bertujuan untuk mengidentifikasi sembilan korpus film dengan menggunakan empat strategi industri budaya dalam perspektif Adorno dan Horkheimer. Kajian terhadap film tersebut menunjukkan penggunaan empat strategi industri budaya dalam film religi Indonesia oleh produser dan sutradara untuk menghasilkan film yang mendatangkan keuntungan besar semata. Nilai-nilai religi cenderung hanya tampil sebagai simbol saja, dalam busana, properti dan percakapan. Agama telah menjadi salah satu komoditas.

Artikel keenam bertajuk Implikasi Internet Sebagai Media Interaktif Dalam Membangun Citra Aktor Politik”, yang ditulis oleh Maulana Adinata Dalimunthe. Dalam Artikel ini Penulis memaparkan bahwa Internet merupakan sebuah ruang elektronik yang menjadi semacam “kendaraan” bagi para aktor politik di manapun mereka berada dalam menjangkau publik. Demikian halnya dengan publik yang menggunakan internet sebagai media utama dalam mempelajari serta memahami berbagai informasi yang mereka perlukan seputar politik, sehingga internet menjadi ruang interaktif yang efektif guna membangun citra para aktor politik, di tengah krisis ruang yang mendera media cetak konvensional saat ini. Internet melalui fitur strategisnya mampu mereduksi jarak, ruang dan waktu.

Artikel ketujuh menghadirkan tema “Bayt al-muqaddas: Perspektif Sejarah dan Siyasa”.Dalam Tulisannya Muh.Ikhsan  memaparkan secara detail mengenai sejarah Jerusalem  atau Yerushaláyim (Yahudi-Hebrew) , dikenal juga sebagai al-Quds atau Baitul Maqdis (Arab-al-Sharif],  adalah The Holy Sanctuary yang merupakan kota tua penuh dengan cerita sejarah kontroversi dari sejak zaman purba hingga kini yang melibatkan 3 agama samawi besar di dunia yaitu: Yahudi, Nasrani dan Islam. Serta sebab-sebab teradinya pergolakan antara bangsa Arab Palestina dan bangsa Yahudi Israel hingga sekarang.  

Artikel kedelapan ditulis oleh Sitti Fauziah M.. Penulis menghadirkan topik “Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa”. Pada tulisan ini dipaparkan secara mendalam tentang berbicara, yang merupakan suatu sarana komunikasi, berbicara tidak hanya menyampaikan gagasan pembicara kepada pendengar, tetapi lebih jauh dari itu berbicara pun dilakuka dengan tujuan-tujuan yang beraneka ragam, sesuai dengan yang dibutuhkan seorang pembicara untuk melakukan pembicaraan. Sehingga sangat tepat apabila dikatakan bahwa seorang pembicara yang baik harus memiliki keterampilan dalam berbahasa. Dalam tulisan ini juga dipaparkan oleh penulis tentang teknik dalam berbicara yang baik sehingga dapat menjadi masukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa untuk menjadi seorang pebicara yang baik.

Jurnal Al-Munzir Volume 10 No. 2 Noveber 2017 ini ditutup dengan Artikel yang ditulis  Zelfiah dengan tema Pengaruh Kompetensi Individu (Individual Competence) Terhadap Literasi Media Internet di Kalangan Siswa SMA IT Wahdah Islamiyah”. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa factor Communicative Abilities mempunyai pengaruh signifikan pada tingkat menengah terhadap kemampuan  literasi  media (internet) di kalangan siswa demikian dengan factor  technical skills dan variable Critical understanding menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terkait kemampuan menganalisa informasi berada pada tingkat menengah. Demikian pula terkait kemampuan membandingkan website untuk meninjau ulang informasi.  Dalam penelitian ini menemukan  fenomena menarik di        lingkungan Siswa SMA IT  Wahdah Islamiyah Makassar , bahwa siswa sudah tidak mengakses situs atau website  yang berbau pornografi atau yang mengandung music- musik baik secara  sengaja. Hal ini karena pihak sekolah  mengimplementasikan program internet sehat di sekolah seperti   yang   digagas pemerintah dan komunitas yang peduli terhadap  dampak  negatif dari internet.  Hal ini juga selaras  pada tujuan  umum dari sekolah Islam terpadu  yang harus selaras dengan misi penyelenggara pendidikan agama  islam.

Selamat Membaca....!!!

                                                               Kendari, November 2017

                                                               Redaktur,

 

 

                                                               Akhmad Sukardi

 

Table of Contents

Articles

AMINUDIN AMINUDIN
PDF
163-185
AMRI AMRI
PDF
186-211
FATMA DIAN PRATIWI
PDF
212-227
HADAWIAH HADAWIAH
PDF
228-245
JULIANA JULIANA
PDF
246-267
MAULANA ANDINATA DALIMUNTHE
PDF
268-281
MUH. IKHSAN
PDF
282-297
SITI FAUZIAH M.
PDF
298-319
ZELFIAH ZELFIAH
PDF
320-340