Ibadah Shalat Dalam Naskah Kapasakina Ma’ana Di Tinjau Dalam Maqashid As Syari’ah

Amiruddin Amiruddin

Abstract


Islamic wealth and cultural heritage in Tanah Buton (Wolio) is a manuscript that is still widely stored in the community, one of which is the Kapasakina Ma'ana (KM) script. This manuscript includes a secret manuscript, only a few people know and understand it. This study is aimed at describing, transliterating, editing text, translating, and revealing content, so that it can be used by the wider community. With philological studies, the reader gets an edition of the text, transliteration, translation, and description of the text and the contents of the text. The method used is the philological method. Sociologically, it can be found that this manuscript is written in Wolio with the script (buri) of Wolio. The contents of the KM manuscript consist of 10 parts, namely (1) the nature of prayer, (2) the nature of Allahu akbar, (3) the position and function of the four elements in prayer, (4) the nature of laa ilaaha illallah, (5) the position of Allah and the Prophet Muhammad , (6) forms and fadilah of dhikr and prayers, (7) some of the fadilah asmaul husna, (8) prayers and aqiqah and qurban, (9) procedures for the prayer, and (10) prerequisites for repentance.


Keywords


manuscript, philology, transliteration, codicology, text edition

Full Text:

PDF

References


Anceaux, J.C. 1987. Wolio Dictionary (Wolio-English-Indonesian) – Kamus Bahasa Wolio (Wolio-Inggris-Indonesia). Dordrecht - Holland/Providence – USA: Foris Publications Holland.

Baried, Siti Baroroh, dkk. 1985. Memahami Hikayat Dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

---------- 1994. Pengantar Teori Filologi. Yokyakarta: BPPF Seksi Filologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Chambert-Loir, Henri, dan Oman Fathurahman.1999. Khazanah Naskah: Panduan Koleksi Naskah-naskah Indonesia Sedunia – World Guide to Indonesian Manuscript Collections. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Dasri. 1990. Tambo dan Hukum Adat. Bandung: Tesis Pascasarjana Univ. Pandajadjaran (tidak dipublikasikan).

Djamaris, Edwar. 1977. “Filologi dan Cara Kerja Penelitian Filologi”, dalam majalah Bahasa dan Sastra (Tahun III Nomor 1). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.

---------- 1990. Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Jakarta: Balai Pustaka. ---------- 1991. Tambo Minangkabau. Jakarta: Balai Pustaka.

---------- 2002. Metode Penelitian Filologi. Jakarta: CV Manasco. Ekadjati, Edi Suhardi. 2000. Model Analisis Data Dalam Pembinaan dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra (Filologi). Bandung: Makalah Temu Ilmiah Ilmu-Ilmu Sastra Pascasarjana Unpad.

---------- 1999. Direktori Edisi Naskah-Naskah Nusantara. Jakarta: Y ayasan Obor Indonesia.

Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan The Toyota Foundation.

Hadad, Akbar Maulana Sayid Abdul Rahman.1963. Sejarah Terjadinya NegeriButon dan Negeri Muna. Disalin dan disusun kembali oleh La Ode Muhammad Ahmadi dkk. (tanpa tahun). Bau-Bau, Buton.

Hamka. 1986. Tasauf, Perkembangan dan Pemurniannya. Jakarta: Pustaka Panjimas. Hasjmy, A. 1984. Apa Tugas Sastrawan Sebagai Khalifah Allah. Surabaya: Bina Ilmu. Hermansoemantri, Emuch. 1986. Identifikasi Naskah. Bandung: Fakultas Sastra

Universitas Padjadjaran.

Hidayat, Rachmat Taufiq dkk. 2000. Almanak Alam Islami. Bandung: Pustaka Jaya. Hollander, J.J. de. 1984. Pedoman Bahasa dan Sastra Melayu. Jakarta: Balai Pustaka Ikram, Achadiati. 1980. Hikayat Sri Rama: Suntingan Naskah disertai Telaah Amanat dan Struktur. Jakarta: Universitas Indonesia.

---------- 1997. Filologia Nusantara. Jakarta: Pustaka Jaya.

---------- 2001. Katalog Naskah Buton: Koleksi Abdul Mulku Zahari. Jakarta: Manassa, The Toyota Foundation, dan Yayasan Obor Indonesia.

La Niampe. 1998a. Kabanti Bula Malino: Kajian Filologis Sastra WolioKlasik. Bandung: Tesis Universitas Padjadjaran.

---------- 1998b. Undang-Undang Kesultanan Buton. Makalah Seminar dalam Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara II di Pusat Studi Jepang FSUI.

---------- 1999. Naskah Buton: Inventarisasi dan Pencatatan. Kerjasama Manassa Cabang Buton dengan Bappeda Tk. II Buton.

La Ode Aegu. 1987. Kitab Murtabat Tujuh Sarana Wolio. Bau-Bau.

La Ode Madu. 1981. Merintis Buton-Wolio Morikana. Bau-Bau: Mutiara.

La Ode Maliki. 1987. Masyarakat Wolio. Kendari: Rusa Mas.

La Ode Maliim. 1978. Membara di Api Tuhan. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Depdikbud.

La Ode Zaenu. 1985. Buton dalam Sejarah Kebudayaan. Surabaya: Suradipa.

Laurenson, Diana, dan Alan Swingewood. 1972. The Sociology of Literature. London: Paladin.

Lubis, Nabilah. 1996. Naskah, Teks, dan Penelitian Filologi. Jakarta: Forum Kajian Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab IAIN Syarif Hidayatullah. Maas, Paul. 1967. Textual Criticism. Diterjemahkan dari bahasa Jerman oleh Barbara Flower. Edisi ketiga. Oxford: Oxford University Press.

Majelis Bahasa Indonesia-Melayu.1976. Pedoman Khusus Penulisan Bahasa Arab dengn Huruf Latin. Hasil Kerja Kelompok Agama, Sidang VIII, 9 – 13 Agustus. Masyarakat Pernaskahan Nusantara. 1997. Tradisi Tulis Nusantara. Jakarta.

Moersidi. 1988. Undang-Undang Dasar Pemerintahan Kerajaan Sendiri di Buton. Bau- Bau.

Muhammad, Bushar. 1997. Asas-Asas Hukum Adat. Pradnya Paramita: Jakarta

Mulyadi, Sri Wulan Rujiati. 1991. Naskah dan Kita. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Al Munawwir. Kamus Arab Indonesia. Surabaya: Pustaka Progresif.

Newmark, Peter. 1988. A Textbook Translation. New York: Prentice Hall.




DOI: http://dx.doi.org/10.31332/aladl.v11i1.1235

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Al-'Adl

INDEXED:

  download

image20 g58 g927

Creative Commons License
All publications by Al-'Adl This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.