Peranan Pejabat Sara’ dalam Integrasi Hukum Islam dengan Budaya Bone

Ahmad Ridha

Abstract


Sara’ (Syariat Islam) merupakan salah satu unsur pangngadereng yang ada setelah mendapat pengaruh agama Islam, sara’ menambah pranata sosial masyarakat Bone menjadi lima setelah ade’ (adat istiadat), Rapang (pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan), bicara (sistem hukum) dan wari (system protokoleran kerajaan). Artikel bertujuan untuk mendiskripsikan peranan pejabat sara’ dalam integrasi hukum Islam dengan budaya Bone, dengan menggunakan metode kepustakaan yang meliputi lontara dan tulisan terkait dengan masalah yang diteliti. Analisis data menggunakan pendekatan historis, sosiologi dan antropologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pejabat sara’ memiliki sumbangsih yang sangat erat dalam integrasi hukum Islam dengan budaya Bone. Keistimewaan dari pejabat sara’ adalah orang memiliki ilmu agama mumpuni, maka akan diangkat dan diberi gelar kebangsawanan oleh Raja, pejabat sara’ juga memiliki peran dalam penerapan hukum Islam pada masyarakat Bone.

Keywords


Pejabat Sara’, Integrasi, Hukum Islam, Budaya Bone

References


Anonim, Lontara Akkarungnge ri Bone, h. 46. Kopi lontara ini tersimpan juga di Arsip Nasional RI Wilayah Sulawesi Selatan di Makassar, Vol 5 No. 8.

Anonim, “Lontara Latoa” dalam B.F. Matthes, 1872 Boeginesche Chrestomathie, Jilid II, Amsterdam.

Anonim, “Lontara Attoriolong,” dalam B.F. Matthes, Boeginesche Chrestomathie, Jilid III. Amsterdam: Batavia Landsdrukkerij, 1919.

Daeng Patunru, Abdurrazak, 1969 Sedjarah Gowa Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara, Makassar.

Djamas, Nurhayati, 1985 “Varian Keagamaan Orang Bugis-Makassar,” dalam Mukhlis dan Kathryn Robinson (ed.), Agama dan Realitas Sosial Lephas, Ujungpandang.

de Graff, H.J., 1982 “Islam di Asia Tenggara sampai Abad ke-18”, dalam Azyumardi Azra, Perspektif Islam di Asia Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Faisal Bakti, Andi, 2004 Communication and Family Planning in Islam in Indonesia, South Sulawesi Muslim Perceptions of a Global Development Program INIS, Jakarta.

Hamid, Abu, 1982 “Selayang Pandang tentang Islam dan Kebudayaan Orang-orang Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan,” dalam Andi Rasdiyanah Amir (ed.), Bugis-Makassar dalam Peta Islamisasi Indonesia IAIN Alauddin, Ujung Pandang.

Hamid, Abu, 1996 “Sistem Pendidikan Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan”, dalam Taufik Abdullah, (ed.) Agama dan Perubahan Sosial RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Koentjaraningrat, 1990 Sejarah Teori Antropologi II Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Kruger, Th. Muller, 1966 Sedjarah Geredja di Indonesia Badan Penerbit Kristen, Jakarta.

M. Sewang, Ahmad, 2005 Islamisasi Kerajaan Gowa (Abad XVI sampai Abad XVII), Yayasan Obor Indonesia, Jakarta

Mattulada, 1985 Latoa, Suatu Lukisan Analisis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Mattulada, 1996 “Penyebaran Agama Islam”, dalam Taufik Abdullah, (ed.) Agama dan Perubahan Sosial RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Nasruddin, 2014 “Peranan Raja La Maddaremmeng dalam penyebaran Islam di Bone” jurnal adabiyah Vol. XIV No. 1.

Palloge, Andi, 2006 Sejarah Kerajaan Tanah Bone Masa Raja Pertama dan Raja-raja Kemudiannya Sebelum Masuknya Islam sampai Terakhir Yayasan Al Muallim, Gowa.

Pelras, Cristian, 2006, The Bugis, terj. Abdul Rahman Abu, dkk., Manusia Bugis. Nalar, Jakarta.

Rahman Ibnu Khaldun, Abdul, 1992, Tarikh Ibn Khaldun, Maktabat al-Lubnan, Beirut.




DOI: http://dx.doi.org/10.31332/aladl.v13i2.1862

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Al-'Adl

INDEXED:

  download

image20 g58 g927

Creative Commons License
All publications by Al-'Adl This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.