Keringanan (Rukhshah) Meniadakan Shalat Jumat dan Shalat Jama’ah serta Kewajiban Menaati Ulul Amri

Syamsuddin Syamsuddin

Abstract


Penelitian ini memaparkan tentang peniadaan ibadah di masjid untuk sementara sebagai rukhshah (keringanan) dalam menjalankan syariat. Pada pembahasan berikutnya menekankan tentang kewajiban taat terhadap pemimpin dan ulama, khususnya dalam penanganan pandemi. Tulisan ini merespon sikap apatis sebagian masyarakat khususnya terhadap fatwa MUI. Ada dua simpulan dari penelitian pustaka ini. Pertama, kebolehan untuk meniadakan shalat Jumat dan jamaah di masjid adalah bagian dari keringanan karena ada uzur memberatkan berdasarkan al – Qur’an, sunnah, pendapat ulama, dan termasuk maqashid syariah (tujuan penetapan hukum) pada tingkat kebutuhan hajiat (sekunder). Kebutuhan sekunder ini berubah menjadi kebutuhan dharuriyah (primer) karena penyebaran virus telah mengancam jiwa. Kedua, taat kepada pemimpin hukumnya wajib berdasarkan al – Qur’an, sunnah, dan ijma’ selama kebijakan tidak bertentangan dengan syariat. Acuan untuk mengukur kesesuaian kebijakan pemimpin dengan syariat adalah kemaslahatan, baik kemaslahatan yang telah ditentukan dalam agama maupun kemaslahatan umum yang lepas dari penolakan dan penerimaan agama. Begitu pula wajib taat kepada ulama sebagai pewaris nabi yang memberikan solusi permasalahan keagamaan.

Keywords


Rukhshah, Shalat Jum’at, Maqashid Syariah, Ulul Amri

References


A Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih, Jakarta: Kencana, 2017.

Al-Baihaqi, Abu Bakar, Syu’ab al-Iman, Juz 4, Riyad: Maktab al-Rusyd lin Nasyr, 2003.

Al-Bantani, Muhammad bin Umar al-Nawawi, Nihayah al-Zain fi Irsyad al-Mubtadi’in, Bairut: Dar al-Fikr, [t.th.].

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail, Shahih al-Bukhari, Juz I, [t.t.]: Dar al-Thuq al-Najah, 1422.

Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Juz 2, [t.t.]: Dar Ihya Kutub al-Arabiyah, [t.th.].

Al-Jundi, Khalil bin Ishaq bin Musa, Mukhtashar al-Allamah Khalil, Kairo: Dar al-Hadis, 2005.

Kementerian Waqaf dan Urusan Islam Negara Kuwait, al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Quwatiah, Juz 28, Mesir: Muthabi’ Dar al-Shafwah, 1404-1427 H.

M. Zein, Satria Effensi, Ushul Fiqh, Cet VI; Jakarta: Kencana, 2015.

Al-Mardawi, Ali bin Sulaiman bin Ahmad, al-Inshafu fi Ma’rifah al-Rajih min al-Khilaf, Juz 2, Bairut: Dar Ihya Turats al-Arabi, [t.th].

Al-Misri, Ibnu Najim, al-Bahru al-Ra’iq Syarh al-Kanzu al-Daqaiq, Juz 2, [t.t.]: Dar Kutub al-Islami, [t.th.].

Muhajir, Afifuddin, Fiqih Tata Negara, Yokyakarta: IRCiSoD, 2017.

Al-Naisaburi, Muslim bin al-Hajaj, Shahih Muslim, Juz I, Bairut: Dar ihya al-Turats, [t.th.].

Al-Nawawi, Yahya bin Syarf, Majmu Syarh al-Muhadzab, Juz 4, Bairut: Dar al-Fikr, [t.th.].

Al-Qurthubi, Muhammad bin Ahmad, Tafsir al-Qurthubi, Juz 5, Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriyah, 1964.

Al-Ramli, Ahmad bin Ahmad bin Hamzah, Fathurrahman bi Syarh Zabd Ibnu Ruslan, Bairut: Dar al-Mahaj, 2009.

Al-Razi, Fakhruddin, al-Mahshul, [t.t.]: Muassasah al-Risalah, 1997.

Al-Shawi, Abu Abbas, Hasyiyah al-Shawi ala Syarh al-Shagir, Juz I, [t.t]: Dar al-Ma’arif, [t.th.].

Syarifuddin, Amir, Ushul Fiqh, Jilid I, Cet. V; Jakarta: Kencana, 2011.

Al-Syaukani, Muhammad bin Ali, Fath al-Qadir, Juz 1, Bairut: Dar Ibnu Katsir, 1414 H.

Zaidan, Abd al-Karim, al-Wajiz fi Ushu al-Fiqih, Bairut: Muassasah al-Risalah, 1996.

Majelis Ulama Indonesia, Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Stiasi Terjadi Wabah Covid-19.

Anonim, Tarikh al-Tasyri’, Malaysia: Jam’iah al-Madinah al-Alamiyah, 2008.

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=363428 (diakses 22 April 2020)




DOI: http://dx.doi.org/10.31332/aladl.v13i2.1869

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Al-'Adl

INDEXED:

  download

image20 g58 g927

Creative Commons License
All publications by Al-'Adl This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.