Perempuan Dalam Struktur Sosial Dan Kultur Hukum Bugis Makassar

Abdillah Mustari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kedudukan perempuan dalam struktur sosial masyarakat Bugis Makassar, memberi gambaran kondisi perempuan dalam kultur hukum Bugis Makassar dan menelusuri nilai-nilai Lontarak pa’pasang terimplementasikan dalam masyarakat Bugis Makassar. Rumusan tentang hak-hak asasi manusia dapat ditemukan pada sejumlah piagam dan naskah. Keragaman rumusan itu mencerminkan bahwa hak-hak asasi manusia merupakan nilai yang dijunjung tinggi sekaligus mencerminkan bahwa pandangan masyarakat tertentu tentang hak-hak itu mengalami perkembangan. Tetapi, banyaknya perhatian yang dicurahkan terhadap masalah hak-hak asasi manusia ternyata tidak mengurangi kasus-kasus pelanggaran yang ada, bahkan cenderung kian meningkat, termasuk dalam hal ini pelanggaran karena motivasi perbedaan jenis kelamin, khususnya terhadap perempuan. perhatian akan hak-hak asazi manusia pun tidak lepas dari perhatian masyarakat Bugis Makassar yang diwariskan pada tiap generasi secara
turun temurun melalui Lontarak, Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan memberikan gambaran tentang atau keadaan yang sebenarnya tentang posisi perempuan dalam struktur sosial dan kultur hukum Bugis Makassar dalam naskah Lontarak. Status sosial perempuan Bugis tampaknya cukup tinggi. Hal itu dapat kita lihat baik dalam realitas sosial maupun dalam naskah kuno. Dalam naskah kuno perempuan Bugis disebut berani “mtEru” (materru') dan bijaksana “ mlep nwnw” (malampé' nawa nawa). Walau begitu, tugas utama dari seorang perempuan Bugis Makassar adalah menjadi seorang ibu yang salehah, baik dan tulus “mCji aido an tEto riedeceG tud ripcieG” (mancaji Indo ana tettong ridécéngngé, tudang ripacingngé), menjadi penuntun suami yang jujur, hemat dan bijaksana sekaligus mitra pendukung dan penopang dalam mengatasi segala kesulitan maupun perjuangan dalam mengatasi segala hal.


Keywords


Kesataraan, Lontarak pa’pasang

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan (ED), Sangkaan Peran Gender. Yogyakarta: Putaka pelajar, 1997.

Ahmad, Khursyid . Fanaticism, Intolerance and Islam, diterjemahkan oleh AS. Robin dengan judul Menjawab Tuduhan Barat Ketidaktoleransian, Fanatisme dan Hak-hak Asasi Manusia, Surabaya: Pustaka Progresif, 1993.

al-Ansariy, Abu Yahya Zakariya. Fat al-wahhab, II. t.tp: Dar al-Fikr, t. th.

al-Ansariy, IbnMansûr Jamal al-Din bin Muhammad Mukarram. (disebut Ibn Mansûr), Lisan al-‘Arab, III. Mesir: al-Muassasat al-Misriyyat al-‘Ammat li al-Ta’lif wa al-Anba’ wa al-Nasr, t.th.

Ali, Muhammad. Penelitian Prosedur dan Strategi. Bandung ;Angkasa, 1985.

Amir Andi Rasdiana. dkk. Bugis-Makassar dalam Peta Islamisasi. Ujung Pandang: IAIN Alauddin, 1982.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara, 1985.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tim Penyusun Kamus

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa

Indonesia,(Jakarta: Balai Pustaka, 1988, Enre, Fachruddin Ambo. Ritumpanna Welenrennge. Telaah Filosofis Sebuah Episode Sastera Bugis Klasik Galigo (Disertasi Universitas Indonesia (UI) Jakarta; tidak

dipubikasi].

Haddade dalam Muh.Naim Haddade. Ungkapan, Pribahasa, dan Paseng: Sastra Bugis. Jakarta : Depdikbud, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah,1986.

Haddade. Muh. Naim. Ungkapan, Pribahasa, dan Paseng: Sastra Bugis. Jakarta: Depdikbud, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah,1986.

M. Ide Said DM, Kamus Bahasa Bugis-Indonesia (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1977), h. 4.

Mattalitti, M. Arif, dkk.. Pappaseng To Riolotak. Ujung Pandang: Balai Penelitian Bahasa,1986.

Mattulada, A. Latoa. Satu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis Disertasi Universitas Indonesia (UI) dalam tahun 1975. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1985.

Mosse, Julia Cleves. Half the World, Half s Chance: An Introduction to Gender andDevelopment, alih bahasakan oleh Harianti Silawati dengan gender dan pembangunan. Yogyakarta: pustaka pelajar , 1996.

Pelras, Christian.Manusia Bugis.Jakarta: Nalar-Paris EFEO, 2006.

Rachmah, et al.,Monografi Kebudayaan Makassar di Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, Ujung Pandang, 1984.

Rahim, Rahman, Nilai-nilai utama kebudayaan Bugis. Ujung Pandang Lephas Unhas,1985.

Ridwan, Kafrawi. (ed.), “Hak”, Ensiklopedi Islam, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993, Cet . ke-1, Jilid 2.

Shiddiqi, Nourouzzaman. Fiqih Indonesia, Penggagas dan gagasannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997..

Sudjana, Nana et. All., Penelitian dan penilaian pendudukan. Nadung: Sinar Baru, 1989.

Welch CE, dan R.I. Meltzer, Human Rights And Development In Africa. Albani: State University New York, 1984Umar, Nasaruddin, Argumen Kesetaraan Gender Prespektif Hukum Islam, (Cet II; Jakarta: Dian Rakyat), 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.31332/aladl.v9i1.671

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Abdillah Mustari

INDEXED:

  download

image20 g58 g927

Organized by : Fakultas Syariah
Published by : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari
Jl. Sultan Qaimuddin No. 17, Kec. Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara
phone. +62401-3193710
Fax. +62401-3193710
Email: aladljurnal@gmail.com

Creative Commons License
All publications by Al-'Adl This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.