STUDI PENAFSIRAN SAYID QUTUB TENTANG NASAKH DALAM TAFSIR FĪ ZILĀL AL-QUR’ĀN

Muh. Hasdin Has

Abstract


Sayid Qutub adalah seorang ulama kontemporer yang kaya ilmu dan pengalaman hidupnya, membuat dirinya tetap di bawah naungan al-Qur’an. Itulah sebabnya karya tafsir yang ditulisnya, diberinya judul Fī Zilāl al-Qur’ān.

Tafsir Fī Zilāl al-Qur’ān menggunakan metode tahlīliy yang menjelaskan kandungan al-Qur’an dari berbagai aspeknya secara runtut sebagaimana yang tersusun dalam mushaf. Sumber penafsirannya adalah dalil-dalil ma’śūr dan ra’yu dengan menganalisis ayat berdasarkan cara tashwīr, tajsīm, juga mengungkap kisah, dan ayat-ayat tersebut yang diuraikannya dengan menggunakan sastra yang indah.

Menurut Sayid Qutub, nasakh dalam Al-Qur’an bukan sebagai penghapus, tetapi nasakh adalah identik dengan teori al-munāsabah, yakni keterkaitan siyāq al-āyah yang turun sebelumnya dengan ayat yang datang sesudahnya, sebagai penyempurna kandungan hukum dalam upaya memperkuat akidah umat. Jadi, esensi teori nasakh adalah mendatangkan hukum yang lebih baik (na’ti bikhairin minhā).

 

Kata Kunci: Nasakh, fī zilāl al-Qur’ān


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31332/am.v8i2.755

Refbacks

  • There are currently no refbacks.