TOLERANSI ISLAM DAN KRISTEN DI KABUPATEN SOPPENG TAHUN 1950-2007

Musyarif Musyarif

Abstract


Terciptanya toleransi Islam dan Kristen di Kabupaten Soppeng adanya sikap antara umat Islam dan Kristen. adanya nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat yang saling menghargai perbedaan,  idealisme toleransi di hati generasi muda akan tetap Eksis walau kasus intoleran semakin membulak.  saling menghormati antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tidak terlepas dari kearifan lokal di antaranya; ati Mapaccing (bawaan hati yang baik), Amaredekangeng (demokrasi), Assimellereng (kesetiakawanan sosial), Mappasitinajah (Kepatutan) dan bentuk toleransi antara umat beragama dalam masyarakat Kabupaten Soppeng meliputi: fase sebelum kemerdekaan. Rakyat kerajaan Soppeng dengan tangan terbuka menerima kedatangan pemerintah kolonial Belanda yang membawa salah satu misi untuk menyebarluaskan ajaran Kristen walaupun pada umumnya masyarakat menganut ajaran Islam.; fase setelah kemerdekaan dapat ditinjau dari dua dekade yakni pada masa orde Lama dan orde Baru. Sikap saling menghormati antara sesama sehingga sikap toleransi dapat terwujud antar umat beragama, dengan berlapang dada menghormati keyakinan mereka, sehingga membawa kepada kehidupan yang damai, harmonis dan sentosa, Untuk itu dianjurkan untuk bersikap lemah lembut pada sesama baik yang beragama Islam maupun yang beragama Nasrani atau lainnya

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31332/zjpi.v4i1.1001

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Musyarif Musyarif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Office: Gedung Pascasarjana Lt.2,Jl. Sultan Qaimuddin No. 17 Baruga, Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kode Pos: 93116. email: zawiyah@iainkendari.ac.id; zawiyahkendari@gmail.com.


Web
Analytics