Author Guidelines

Karya  ilmiah  yang  akan  dipertimbangkan  untuk  dimuat  adalah  yang  memenuhi persyaratan dan acuan berikut:

 

  1. Artikel adalah karya orisinal dan belum pernah dipublikasikan dan atau sedang disubmit pada jurnal ilmiah atau buku.

  2. Artikel terdiri dari 18 halaman,  diketik dengan spasi 1,5 pada kertas ukuran A4 (21 cm x 29,7 cm) dengan font Time New Roman dan atau Time New Arabic (untuk kata-kata/bahasa Arab) dengan zise font 12.

  3. Artikel harus menyertakan abstrak (150-200 kata) dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta kata kunci (3-6 kata/konsep). 

  4. Sistematika penulisan artikel sebagai berikut: 
    1. Judul;
    2. Nama penulis (tanpa gelar akademik), nama dan alamat afiliasi penulis, dan e-mail;
    3. Abstrak ditulis dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris, antara 150-200 kata;
    4. Kata-kata kunci, antara 3-6 kata/konsep;
    5. Pendahuluan;
    6. Sub judul (sesuai dengan keperluan pembahasan);
    7. Penutup; dan
    8. Daftar Pustaka (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk).
  5. Setiap bahasa asing dan bahasa daerah, selain nama orang dan tempat, serta   yang belum terserap dan terbukukan dalam Bahasa Indonesia ditulis dengan cetak miring (italic); khusus kata Arab ditulis italic dengan font Time New Arabic dan mengikuti pedoman transliterasi.
  6. Tulisan disubmit melalui http://ejournal.iainkendari.ac.id/zawiyah/index  dengan mendaftar (registrasi) terlebih dahulu sebagai penulis pada Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam sesuai petunjuk.
  7. Cara penulisan footnote. Footnote ditulis dengan font Times New Roman, 10, untuk pelbagai sumber, antara lain:
    1. Buku: nama utuh penulis (tanpa gelar), judul buku, (tempat terbit: penerbit, tahun terbit), halaman. Contoh: Budiarti, Konstruksi Penemuan Hukum Melalui Ijtihad, ed. Zulhas’ari Musthafa, Book, I, vol. I (Makassar: Yayasan Pendidikan Tompongpatu, 2017), h. 79.
    2. Buku terjemahan, contoh: Syed Nawab Haider Naqvi, Menggagas Ilmu Ekonomi Islam, diterjemahakan oleh M. Saiful Anam dan Mu-hammad Ufuqul Mubin (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), h. 50.
    3. Jurnal, contoh: Imelda Wahyuni, “Integrasi Sains dalam Materi Pembelajaran Bahasa Arab Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 2, no. 1 (2016), h. 7
    4. Artikel sebagai bagian dari buku (antologi), contoh: Amiur Nuruddin, “Kontribusi  Fiqh Mu’amalah dalam Pengembangan Akti-vitas Ekonomi Islam,” dalam Azhari Akmal Tarigan (ed), Ekonomi dan Bank Syari’ah pada Millennium Ketiga: Belajar dari Pengalaman Sumatera Utara, (Medan: UIN Press dan FKEBI, 2002), h. 2.
    5. Artikel dari internet, contoh: Ahmad Tholabi Kharlie, “Problem Yuridis RUU Perbankan Syariah” dalam http//www.ahmadtholabi. wordpress.com, diunduh pada 11 Oktoer 2009;
    6. Makalah dalam seminar, contoh: Mudzhar, M. Atho, “Penerapan Pendekatan Sejarah Sosial dalam Hukum Islam”, Makalah, disampaikan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Islam Unisba, Bandung, 8 Januari 1992, h. 5.
    7. Bila referansi terkutip ulang berselang oleh satu atau lebih referensi berbeda, maka cukup tulis nama terakhir pengarang, selanjutnya kata awal judul dari  referensi dimaksud. Misalnya: Zahra, Usul…, h. 35.
    8. Bila mengutip ulang referensi yang sama secara berurut, maka cukup tulis: Ibid. Jika berbeda halamannya, cukup tambahkan nomor halamannya: Ibid., h.14.
  8. Daftar pustaka acuan ditulis sesuai urutan abjad, nama akhir penulis diletakkan di depan, contoh:
    1. Jurnal, contoh: Wahyuni, Imelda. “Integrasi Sains dalam Materi Pembelajaran Bahasa Arab pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 2, no. 1 (2016).

    2. Buku, contoh: Budiarti. Konstruksi Penemuan Hukum Melalui Ijtihad. Edited by Zulhas’ari Musthafa. Book. I. Vol. I. Makassar: Yayasan Pendidikan Tompongpatu, 2017.

    3. Buku asing, contoh: Zuhaylî, al-, Wahbah. al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuh (Bayrût: Dâr al-Fikr al-Mu’ashir, 2006).

    4. Buku terjemahan, contoh: Khalil Abdul Karim, Quraisy min al-Qabi>lah ila al-Daulah al-Markaziyyah, diterjemahkan oleh M. Faisol Fatawi (Yogyakarta: LKiS, 2002).
    5. Makalah dalam seminar, contoh: Mudzhar, M. Atho, “Penerapan Pendekatan Sejarah Sosial dalam Hukum Islam”, makalah disampaikan dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Peng-kajian Islam Unisba, di Bandung, 8 Januari 1992.
  9. Setiap artikel akan diseleksi dan dinilai oleh tim penyunting dengan melibatkan pakar terkait di bidangnya, dan kemudian penulis akan mendapatkan informasi tentang status artikelnya: diterima, diterima dengan revisi, atau ditolak. Keputusan tim penyunting tidak dapat diganggu gugat.
  10. Bagi  penulis  yang  artikelnya  dinyatakan  diterima  dan  telah  menyerahkan hasil revisinya, tinggal menunggu urutan antrean dan sesuai jadwal terbit jurnal.
  11. Penulis yang artikelnya dimuat berhak mendapatkan 2 eksemplar jurnal. Bagi yang dari luar Kota Kendari, jurnal akan dikirim ke alamat yang bersangkutan.
  12. Hal-hal lain dapat ditanyakan langsung kepada pengelola jurnal. Contact Person yang dapat dihubungi adalah: (Imelda Wahyuni HP: 082337339927/08114113272).
  13. Pedoman Transliterasi. Ketentuan transliterasi (dari tulisan Arab ke tulisan Latin) yang digunakan dalam Ahkam adalah sebagai berikut:


 

Konsonan
(ا) = a
(ز) = z
(ق) = q
(ب) = b
(س) = s
(ك) = k
(ت) = t
(ش) = sy
(ل) = l
(ث) = ts
(ص) = sh
(م) = m
(ج) = j
(ض) = dh
(ن) = n
(ح) = h
(ط) = th
(و) = w
(خ) = kh
(ظ) = zh
(ه) = h
(د) = d
(ع) = ‘
(ء) = ’
(ذ) = dz
(غ) = gh
(ي) = y
(ر) = r
(ف) = f
( ة ) = t
 
Vokal Pendek
Vokal Panjang
___اَ___ = a
(ىــَـــا)   = â
___اِ___ = i
(ىــِــى) = î
___اُ___ = u
(ىــُـــو)  = û

 

Diftong
Pembauran
(أو) = aw
(ال)   = al
(أي) = ay
(الش) = al-sh
 
(وال) = wa al-
  1. Istilah keislaman (syariah): istilah keislaman ditulis dengan berpedoman kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berikut beberapa contoh:

 

No.

Transliterasi Asal

Dalam KBBI

1

Shalât

Salat

2

Nusyūz

Nusyu

3

Al-Qur’ân

Alquran

4

Al-Hadîts

Hadis

5

Fiqh

Fikih

Dan lain-lain (lihat KBBI)