Eksistensi al-Maṣlaḥah al-Mursalah dalam Pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah
DOI:
https://doi.org/10.31332/qjclr.v4i2.5676Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana hukum Islam dalam merespon permasalahan kontemporer yang relevan dengan kaidah al-maṣlaḥah al-mursalah. Kaidah al-maṣlaḥah al-mursalah merupakan salah satu metode penetapan hukum dalam Islam yang sangat efektif dalam menyikapi, serta memberikan solusi terhadap permasalahan kontemporer dan dapat dijadikan hujjah jika sesuai dengan bebarapa syarat yang diformulasikan secara ketat oleh para ulama. Majelis Tarjih Muhammadiyah yang merupakan suatu majelis yang bernaung di bawah bendera Muhammadiyah memiliki tanggung jawab yang amat besar dan strategis di dalam memberikan bimbingan keagamaan (religious practical guidance) di kalangan umat, khususnya bagi warga persyarikatan Muhammadiyah itu sendiri. Wujud tanggung jawab Majelis Tarjih tersebut meliputi upaya perumusan keputusan-keputusan hukum yang didasarkan pada metodologi pengambilan hukum (manhaj istinbat al-ahkam) yang cukup adekuat. Untuk itu, sejak tahun 1935 upaya perumusan metodologi hukum di tubuh Muhammadiyah telah mulai dilakukan. Langkah yang pertama adalah mengkaji masalah lima (mabadi al-khamsah) yang merupakan sikap dasar Muhammadiyah dalam persoalan keagamaan secara umum. Namun demikian, dalam perjalanannya, Majelis Tarjih Muhammadiyah juga tidak terelakkan dari masalah-masalah keagamaan kotemporer yang tidak memiliki dalil perintah atau larangan secara tegas, sehingga Majelis Tarjih Muhammadiyah menggunakan pendekatan al-maṣlaḥah al-mursalah dalam menggali suatu hukum kontemporer tersebut. Di antara permasalahan kontemporer yang difatwakan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah dengan menggunakan pendekatan al-maṣlaḥah al-mursalah adalah hukum talak di depan persidangan, di mana Menurut Majelis tarjih Muhammadiyah, talak seroang suami dikatkan sah apabila dilakukan di depan persidangan.
References
al-Zuḥaili, Wahbah. Naẓariyyatu al-Ḍarūrah al-Syar’iyyah, Terj. Hasan Basri, Konsep Darurat dalam Hukum Islam Studi Banding dengan Hukum Positif (Cet. I; Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997).
al-Jauziyah, Ibnu al-Qayyim. al-Jawāb al-Kāfī liman Sa’ala ‘an al-Dawā’ al-Syāfi, Terj. Ahmad Luqman al-Hakim, Solusi Syar’i dan Qur’ani atas Segala Masalah Hati (Cet. I; Yogyakarta: Saufa, 2016).
al-Jauziyah, Ibnu al-Qayyim. I’lām al-Muwaqqi’īn ‘an Rabb al-‘Ālamīn, Vol. III (Beirut: Dar al-Jail, 1973).
al-Dardir, Abi al-Barakat Ahmad bin Muhammad. al-Syarh al-Sagir ‘ala Aqrab al-Masalik ila Mazhabi al-Imam Malik, Juz II (Cairo: Dar al-Ma’arif, t.t).
al-Syāṭibī, al-I’tiṣām, Vol. II (Beirut: Dār al-Ma’rifah, t. th).
Abdul Hamid, Muhammad Muhyiidin. al-Ahwal al-Syakhsiyyah fi al-Syari’ah al-Islamiyyah (Cairo: Dar al-Tala’I, 2012).
Basyir, Ahmad Azhar. Hukum Perkawinan Islam. Yoyakarta: UII Press, 2000.
Daud, Abu. Sunan Abi Daud, (Cet. II; Riyad: Dar al-Hadarah li al-Nasyr wa al-Tauzi’, 2015).
Hasan, Husen Hamid. Nazhariyat al-Maslahat Fi al-Fikih al-Islami.. Kairo: Dār al- Nahdlah al-Arabiyah, 1971.
Ḥasan, Khālid Ramaḍān. Mu’jam Uṣūl Fiqh. t.t, Dār al-Ṭarābīsi, t. th.
Hazm, Ibn. Maratibu al-Ijma’ Juz I (Beirut: Dar Kutub Ilmiah, t.t).
Kementerian Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: Sygma Examedia Arkanleema, 2009.
Khallaf, Abdul Wahab. Ilm Usul al-Fikih,. Kairo: Maktabah al-Dakwah al-Islamiyah, 1990.
Kementrian Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahannya (Bandung: Cordoba, 2021).
Mukri, Moh. Benarkah Imam Syafi’i Menolak Maslahat,. Yogyakarta: Nawesea Press, 2011.
Munawwir, Ahmad Warson. Kamus al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progresif, 1984
Munawar, Said Aqil Husin. Dimensi-Dimensi Kehidupan dalam Perspektif Islam,. Malang: Pasca Sarjana Unisma.
Mahkamah Agung RI, Himpunan Peraturan Perundang-Undangan yang berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam serta Pengertian dalam Pembehasannya (Jakarta: Literarur Perpustakaan Mahkamah Agung RI, 2011).
Manzūr, Ibnu. Lisān al-Arab (Beirut: Dār al-Ṣādir, 1414).
Poerwadarminto. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1986.
Qathan, Ibnu. al-Iqna’ fi Masail al-Ijma’ Juz II (Cairo: al-Faruq Hadisah li al-Thiba’ah wa al-Nasyar, t.t).
Rusyd, Ibnu. Muqaddimat al-Mumhidat Juz I (Cet. I; Beirut: Dar al-Garbi al-Islamy, 1988).
Rahman, Jalaluddin Abd. al-Mashalih al-Mursalah Wa Makanatuha Fi Tasyri’.(Mesir: Mathba’ah al-Sa’adah, 1983.
Syarifuddin, Amir. Ushul Fikih,. Jakarta: Kencana, 2008.
Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Tanya Jawab Agama Jilid VIII (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2018).
Zaidan. Abd Karim,. al-Wajiz Fi Ushul al-Fikih,(Baghdad: Dār al-Arabiyah Lit-Tiba’ah, 1997.
Zakariyya, Ahmad bin Fariz bin. Mu’jam Maqāyis al-Lughah, Vol. III. Beirut: Dār al-Fikr, 1979.


